Jumat, 19 April 2013
WAWASAN NUSANTARA
Wawasan Nasional Indonesia
Wawasan nasional Indonesia merupakan wawasan yang dikembangkan berdasarkan teori wawasan nasioanal secara universal. Wawasan tersebut dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan bangsa Indonesia dan geopolitik Indonesia.
1. Paham kekuasaan bangsa Indonesia
Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi pancasila menganut paham tentang perang dan damai: “Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan”. Wawasan nasional bangsa Indonesia tidak mengembangkan ajaran tentang kekuasaan dan adu kekuatan, karena hal tersebut mengandung benih – benih persengketaan dan ekspansionisme. Ajaran wawasan nasional bangsa Indonesia menyatakan bahwa: ideologi digunakan sebagai landasan idiil dalam menentukan politik nasional, dihadapkan pada kondisi dan konstelasi geografi Indonesia sengan segala aspek kehidupan nasionalnya. Tujuannya adalah agar bangsa Indonesia dapat menjamin kepentingan bangsa dan negaranya di tengah – tengah perkembangan dunia.
2. Geopolitik Indonesia
Pemahaman tentang kekuatan dan kekuasaan yang dikembangkan di Indonesia disasarkan pada pemahaman tentang paham perang dan damai serta disesuaikan dengan kondisi dan konstelasi geografi Indonesia, sedangkan pemahaman tentang Negara Indonesia menganut paham Negara kepuauan , yaitu paham yang diembangkan dari asas archipelago yang memang berbeda dengan pemahaman archipelago di Negara – Negara Barat pada umumnya. Perbedaan yang esensial dari pemahaman ini adalah bahwa menurut paham Barat, laut berperan sebagai “pemisah” pulau, sedangkan menurut paham Indonesia Laut adalah “penghubung” sehinnga wilayah Negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai “Tanah air” dan disebut Negara kepulauan.
3. Dasar Pemikiran wawasan Nasional Indonesia
Dalam menentukan membina dan mengembangkan wawasan nasionalnya, bangsa Indonesia menggali dan mengembangkan dari kondisi nyata yang terdapat di lingkungan Indonesia sendiri. Wawasan nasional Indonesia dibentuk dan dijiwai oleh pemahaman kekuasaan bangsa Indonesia yang berlandaskan pemikiran kewilayahan dan kehidupan bangsa Indonesia. Karena itu, pembahasan latar belakang filosofis sebagai dasar pemikiran pembinaan dan pengembangan wawasan nasional Indonesia ditinjau dari:
a. Latar belakang pemikiran berdasarkan falsafah pancasila
b. Latar belakang pemikiran aspek kewilayahan Nusantara
c. Latar belakang pemikiran aspek sosial budaya bangsa Indonesia
d. Latar belakang pemikiran aspek kesejahteraan bangsa Indonesia.
HAM (HAK ASASI MANUSIA)
BABI
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi.Hak juga merupakan sesuatu yang harus diperoleh.Masalah HAM adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahas terutama dalam era reformasi ini.HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih diperhatikan dalam era reformasi dari pada era sebelum reformasi. Perlu diingat bahwa dalam hal pemenuhan hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi dengan orang lain. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM terhadap orang lain dalam usaha perolehan atau pemenuhan HAM pada diri kita sendiri.
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki manusia sejak manusia itu dilahirkan.Hak asasi dapat dirumuskan sebagai hak yang melekat dengan kodrat kita sebagai manusia yang bila tidak ada hak tersebut, mustahil kita dapat hidup sebagai manusia.Hak ini dimiliki oleh manusia semata – mata karena ia manusia, bukan karena pemberian masyarakat atau pemberian negara. Maka hak asasi manusia itu tidak tergantung dari pengakuan manusia lain, masyarakat lain, atau Negara lain. Hak asasi diperoleh manusia dari Penciptanya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan hak yang tidak dapat diabaikan.
Sebagai manusia, ia makhluk Tuhan yang mempunyai martabat yang tinggi. Hak asasi manusia ada dan melekat pada setiap manusia. Oleh karena itu, bersifat universal, artinya berlaku di mana saja dan untuk siapa saja dan tidak dapat diambil oleh siapapun. Hak ini dibutuhkan manusia selain untuk melindungi diri dan martabat kemanusiaanya juga digunakan sebagai landasan moral dalam bergaul atau berhubungan dengan sesama manusia.
Pada setiap hak melekat kewajiban. Karena itu,selain ada hak asasi manusia, ada juga kewajiban asasi manusia, yaitu kewajiban yang harus dilaksanakan demi terlaksana atau tegaknya hak asasi manusia (HAM). Dalam menggunakan Hak Asasi Manusia, kita wajib untuk memperhatikan, menghormati, dan menghargai hak asasi yang juga dimiliki oleh orang lain.
Kesadaran akan hak asasi manusia, harga diri, harkat dan martabat kemanusiaannya, diawali sejak manusia ada di muka bumi. Hal itu disebabkan oleh hak-hak kemanusiaan yang sudah ada sejak manusia itu dilahirkan dan merupakan hak kodrati yang melekat pada diri manusia. Sejarah mencatat berbagai peristiwa besar di dunia ini sebagai suatu usaha untuk menegakkan hak asasi manusia.
Sabtu, 23 Maret 2013
CINTA TANAH AIR
Perlunya Cinta Tanah Air
Rasa cinta tanah air seharusnya kita terapkan di lingkungan keluarga, kampus, tempat tinggal kita, bahkan di manapun kita berada. Misalnya : kita amalkan sikap dan tingkah laku hemat, disiplin dan bertanggung jawab dalam mewujudkan keutuhan dan kebersamaan agar tercapai kebahagiaan lahir batin, di kampus, mewujudkan rasa persatuan dan cinta tanah air dapat kita wujudkan melalui kegiatan-kegiatan sosial, kegiatan-kegiatan mahasiswa yang bersifat positif, dll. Kkegiatan-kegiatan tersebut dapat berupa gerakan penghijauan, kebersihan, karya wisata, dll. Semangat persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat dapat kita lakukan melalui kegiatan-kegiatan seperti siskamling, kerja bakti, dll. Dan kegiatan ini seperti itu telah diprogramkan melalui organisasi-organisasi pemuda misalnya Karang Taruna dan KNPI. Sebagai genera penerus bangsa hendaknya kita dapat mewujudkan sikap dan tingkah laku yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat yang merugikan diri sendiri atau merugikan masyarakat, misalnya dengan cara menjauhkan diri dari pengaruh narkotika, obat-obatan terlarang, minum-minuman keras, dan perkelahian. Karena hal itu dapat menghancurkan masa depan bangsa dan Negara.
Sabtu, 17 November 2012
ABSTRAKSI
ANIMASI
Teknologi media terus berubah dari
generasi ke generasi dan perubahan-perubahan tersebut mempengaruhi budaya dan
kehidupan kita sehari-hari. Teknologi yang berkembang menghilangkan batas-batas
negara, budaya dan organisasi, membuat dunia yang sebelumnya bertingkat-tingkat
menjadi datar. Seiring dengan dunia yang mulai bergerak dari sistem vertikal
(perintah dan kontrol) menjadi sistem horizontal (hubungan dan kolaborasi)
untuk menciptakan nilai, dan seiring dengan tembok-tembok, langit-langit dan
lantai-lantai yang membatasi kita hancur, masyarakat akan bertemu pada banyak
perubahan dalam satu waktu (Straubhaar, LaRose, & Davenport, 2010).
Bentuk media konvensional bergabung dengan media-media baru dan hal tersebut akan mengubah pola konsumsi media, kehidupan dan lingkungan dimana kita tinggal. Teknologi media baru mempengaruhi kita dengan menyuguhkan gaya hidup yang baru, membuat pekerjaan-pekerjaan baru dan menghilangkan yang lain, menggeser kerajaan-kerajaan media, menuntut regulasi media yang baru dan memunculkan isu sosial baru yang unik (Friedman, 2007). Hal ini tidak akan terjadi dalam satu malam, tetapi peran-peran, kebiasaan, identital politik sampai peran pemerintah akan mempengaruhi bagaimana arus perubahan ini.
Perubahan-perubahan ini juga tidak
sepenuhnya mengacu pada teknologi. Kreatifitas individual dan budaya kita
mendorong bagaimana kita menggunakan teknologi yang tidak jarang berbeda dengan
tujuan awal teknologi itu dibuat. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh
teknologi begitu besar hingga pada poin dimana tidak hanya mengubah bagaimana
kita berperilaku tetapi juga berpikir.
Salah satu dari peran media adalah media sebagai saluran. Melalui media, informasi datang dan pergi dan pesan-pesan dari berbagai macam sumber menjelajahi sudut-sudut dunia. Dalam penyampaian informasi dan pesan tersebut juga terdapat metode dan teknik yang beragam pula. Yang menarik dari teknik atau teknologi penyampaian pesan atau informasi dalam media adalah masing-masing memiliki kelebihan dibandingkan dengan yang lain. Salah satu dari teknologi yang digunakan dalam media adalah teknologi animasi.
Teknologi animasi ini menjadi
bahasan yang menarik, karena ketika kita melihat bagaimana teknologi animasi
digunakan di banyak negara dengan berbagai macam manfaat—seperti dalam bidang
kreatif penyiaran, periklanan, bisnis dan pendidikan—di Indonesia sendiri
teknologi animasi ini masih cenderung asing dan jarang sekali dimanfaatkan.
Padahal penggunaan teknologi animasi memiliki banyak kelebihan-kelebihan yang
dapat digali lagi untuk diterapkan di negara ini.
MACAM MACAM PEMPROSESAN DATA
1.
Sebutkan
macam macam pemrosesan data! Jelaskan!
Pemrosesan data elektronik/elektronik data processing (EDP) Adalah metode dalam suatu pemrosesan data
komersial sebagai bagian dari teknologi
informasi. EDP melakukan pemrosesan data secara berulang kali terhadap data
yang sejenis dengan bentuk pemrosesan
yang relatif sederhana.
2.
Jelaskan
Peranan alat Input, Output, Software , dalam memecahkan masalah!
·
Peralatan
input dan output penting bagi manager terutama dalam memberikan
komunikasi antara manager dengan
komputer.
·
Peralatan
input, seperti unit MIRC dan ORC memberikan cara untuk memasukkan
data ke dalam database, baik ketika
terjadi transaksi atau tak lama
kemudian.
·
Banyak
unit output yang digunakan dalam pemecahan masalah secara tidak
langsung.
·
Manager
akan meminta anggota staf untuk mengumpulkan informasi dari rekaman
microfilm dan kemudian menampilkan
ringkasannya dalam bentuk laporan tertulis.
Minggu, 04 November 2012
PENGOLAHAN SISTEM
LANGKAH POKOK PENDEKATAN SISTEM
Pendekatan Sistem adalah upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang dilakukan dengan melihat masalah yang ada secara menyeluruh dan melakukan analisis secara sistem. Pendekatan sistem diperlukan apabila kita menghadapi suatu masalah yang kompleks sehingga diperlukan analisa terhadap permasalahan tadi, untuk memahami hubungan bagian dengan bagian lain dalam masalah tersebut, serta kaitan antara masalah tersebut dengan masalah lainnya.
LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DILAKUKAN DALAM SUATU ANALISA SISTEM YANG
BAIK ADALAH :
1. Tentukan input dan output dasar dari sistem.
2. tentukan proses yang dilakukan di tiap-tiap tahap.
3. rancang perbaikan sistem dan lakukan pengujian dengan :
Fersibility : cari yang memungkinkan
Viability : kelangsungan
Cost : cari yang harganya murah/terjangkau
Effectiveness : dengan input yang sedikit, output besar.
4. Buat rencana kerja dan penunjukkan tenaga.
5. Implementasikan dan penilaian terhadap sistem yang baru.
Sebagai contoh adanya masalah pada salah satu bagian rumah sakit yang
merupakan subsistem rumah sakit misalnya, IPS-RS, dengan suatu pendekatan
sistem kita lihat akibat dari masalah tersebut bukan hanya untuk IPS-RS sendiri
tetapi juga terhadap bagian lain dan RS secara keseluruhan.
Selasa, 19 Juni 2012
KEPEMIMPINAN
KEPEMIMPINAN Ir.SOEKARNO
Dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi,
perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin,
kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan
yang berkaitan satu dengan lainnya.menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap
sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan
kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah :
- Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya.
- Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya.
- Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang – orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.
Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri, tetapi itu
tidak memadai apabila ia tidak berhasil menumbuhkan dan mengembangkan segala
yang terbaik dalam diri para bawahannya. Dari begitu banyak definisi mengenai
pemimpin, dapat penulis simpulkan bahwa : Pemimpin adalah orang yang mendapat
amanah serta memiliki sifat, sikap, dan gaya yang baik untuk mengurus atau
mengatur orang lain.Seorang pemimpin juga harus dapat memahami teori-teori
kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam
suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada
produktifitas organisasi secara keseluruhan.
Seorang pemimpin harus
mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam
menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain
:
1
Teori Kepemimpinan Sifat (
Trait Theory )
Langganan:
Postingan (Atom)